MEMBANGUN KARAKTER

 Disiplin diri merupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang, sebuah organisasi, dan sebuah masyarakat bangsa. sebab dalam hubungannya dengan seseorang karakter mengandung pengertian [1] suatub kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menaarik dan atraktif ; [2] reputasi seseorang ;dan [3] seseorang yang unusual atau memiliki kepribadian yang eksentrik. 

Dalam kamus poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain.

Dengan pengertian diatas dapat dikatakan bahwa membangun karakter [character building] adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedsemikian rupa, sehingga "berbentuk" unik, menarik dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. ibarat sebuah huruf dalam alfabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang oranh yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya (termasuk dengan yang tidak/belum berkarakter / "berkarakter" tercela).

Kalimat itu boleh jadi merangkum sejarah hidupnya yang sangat inspirasional. lewat perjuangan panjang dan ketekunan yang sulit dicari tandingannya, ia kemudian menjadi salah seorang pahlawan besar dalam sejarah Amerika yang mendapatkn berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional atas prestasi dan pengabdiannya ( lihat homepage www.hki.org). Helen Keller adalah model manusia berkarakter (terpuji).

Dan sejarah hidupnya  mendemonstrasikan bagaimana proses membangun karakter itu memerlukan disiplin tinggi karena tidak pernah mudah dan seketika atau instan. Diperlukan refleksi mendalam untuk membuat rentetan moral choice (keputusan moral) dan tindaklanjuti dengan aksi nyata sehingga menjadi praksis, refleksi dan praktik. Diperluukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang.

Demikianlah makna penting sebuah karakter dan proses pembentukannya yang tidak pernah mudah dilahirkan manusia-manusia yang tidak bisa dibeli. ke arah yang demikian itulah pendidikan dan pembelajaran termasuk pengajaran di institusi formal dan pelatihan di institusi non formal seharusnya bermuara, yakni membangun manusia manusia berkarakter (terpuji) , manusiua manusia yang memperjuangkan agar dirinya dan orang orang yang dapat dipengaruhinya agar menjadi lebih manusiawi, menjadi manusia yang utuh atau memiliki integritas 

Komentar